Kegiatan pengiriman logistik material tambang merupakan salah satu aktivitas operasional dengan tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi, terutama akibat penggunaan alat angkut berat, kondisi jalan hauling, serta faktor manusia dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memprioritaskan risiko K3 pada kegiatan pengiriman logistik material tambang di PT Intipratama Sarana Prima. Metode yang digunakan adalah integrasi Hazard and Operability Study (HAZOP) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel terkait, serta pengisian lembar kerja HAZOP dan FMEA berdasarkan kondisi aktual operasional. Metode HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan deviasi proses pada setiap tahapan pengiriman logistik, sedangkan FMEA digunakan untuk menilai tingkat risiko berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection yang dinyatakan dalam nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dengan nilai RPN tertinggi berasal dari kegagalan sistem pengereman alat angkut (RPN = 108) dan kondisi jalan hauling yang tidak memenuhi standar keselamatan (RPN = 120). Kedua risiko tersebut termasuk dalam kategori risiko tinggi dan memerlukan tindakan pengendalian segera melalui perbaikan teknis, penguatan prosedur kerja, serta peningkatan kompetensi operator. Integrasi metode HAZOP dan FMEA terbukti mampu memberikan analisis risiko K3 yang sistematis dan komprehensif sebagai dasar penentuan prioritas pengendalian risiko pada kegiatan pengiriman logistik material tambang.
Copyrights © 2026