Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan industri dan berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja apabila tidak dikendalikan dengan baik. Mesin BFS (Beton Fertigile Systeme) yang digunakan pada Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile menghasilkan tingkat kebisingan yang berisiko terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian kebisingan serta tindakan pencegahan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpapar kebisingan mesin BFS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa checklist observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari HSE Manager dan pekerja di Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kebisingan telah diterapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, meliputi pengendalian teknis melalui pemeliharaan mesin dan peredaman sumber suara, pengendalian administratif melalui pengaturan waktu kerja dan penyediaan ruang istirahat, serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa earplug dan earmuff. Namun demikian, pengendalian eliminasi dan substitusi belum dapat diterapkan, serta tingkat kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan edukasi K3, serta menerapkan sistem insentif dan sanksi guna mencegah risiko gangguan pendengaran jangka panjang dan meningkatkan perlindungan kesehatan pekerja.
Copyrights © 2026