Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai deskripsi dan penggunaan campur kode dan alih kode pada novel “Tempurung” karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik studi pustaka sebagai metode pengumpulan data. Data dianalisis dengan menganalisis penggunaan bahasa Bali yang disisipkan dalam struktur bahasa Indonesia mulai dari awal hingga akhir cerita novel. Hasil analisis membuktikan bahwa praktik campur kode dan alih kode tidak digunakan secara acak, namun memiliki peran penting dalam membangun identitas tokoh, memperkuat konteks budaya lokal, serta menegaskan konflik seosial yang dialami oleh karakter. Melalui penggunaan dua bahasa, novel “Tempurung” karya Oka Rusmini ini berhasil menggambarkan interaksi antara nilai-nilai tradisional dan modern, serta menjadi cerminan ideologi dan relitas sosial masyarakat Bali.
Copyrights © 2025