Penelitian ini menitikberatkan pada karya sastra sebagai media penyampai nilai-nilai kehidupan yang signifikan. Campur kode tidak hanya muncul dalam percakapan lisan, tetapi juga muncul komunikasi tertulis, seperti dalam novel “Maafkan Tuhan, Saya Pernah Pacaran” karya Robi Afrizan Saputra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode pendekatan ilmiah yang bertujuan memahami fenomena sosial secara mendalam melalui uraian yang sistematis dan sesuai dengan fokus kajian dalam novel tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya campur kode yang melibatkan bahasa asing seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta bahasa daerah, yaitu Bahasa Jawa dan Bahasa Minangkabau. Dari total temuan, campur kode Bahasa Arab menjadi yang paling dominan dengan 43 kata, yang dapat dimaklumi karena novel ini berkarakter Islami, sehingga banyak menggunakan istilah keagamaan. Campur kode Bahasa Inggris ditemukan sebanyak 16 kata, umumnya berupa kosakata populer. Sementara itu, Bahasa Jawa muncul sebanyak 3 kata, dan Bahasa Minangkabau hanya 1 kata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa campur kode dalam (inside code-mixing) seperti penyisipan istilah religius taubat, istighfar, dan zina serta campur kode luar (outside code-mixing) seperti penggunaan istilah populer berbahasa Inggris money, drink, dan sex tidak hanya memperkuat pesan moral dalam novel, tetapi juga mencerminkan realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia yang bersifat multibahasa dan religius.
Copyrights © 2025