Penelitian ini membahas perkembangan teknologi digital yang telah mengubah pola konsumsi masyarakat, khususnya dalam ranah e-commerce. Persaingan ketat antarperusahaan e-commerce mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran yang dinilai lebih efektif, efisien, dan menjangkau audiens yang luas. Popularitas aplikasi belanja online mencerminkan pergeseran perilaku konsumen yang tidak hanya dipengaruhi faktor fungsional, tetapi tingkat ekonomi dan ideologi konsumsi. Analisis wacana kritis dilakukan untuk memahami perbedaan ideologi pemasaran yang menunjukkan keterkaitan erat antara kondisi ekonomi konsumen dan strategi perusahaan dalam membangun citra serta menyesuaikan diri dengan segmen pasar yang dituju. Penelitian ini menggunakan analisis tiga dimensi dari Norman Fairclough berupa tiga dimensi utama, yaitu dimensi teks, dimensi diskursus, dan dimensi praktik sosial. Melalui analisis tiga dimensi ini, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan kritis terhadap bahasa iklan dalam konteks sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang lebih luas. Hal ini dapat membantu mengungkap kekuatan, makna, dan implikasi sosial yang terkandung dalam iklan, serta memahami bagaimana iklan mempengaruhi tindakan dan perubahan dalam praktik sosial masyarakat.
Copyrights © 2025