Penelitian ini membahas makna simbolik pakaian adat dan aksesoris Simalungun sebagai bentuk kearifan lokal dengan menggunakan kajian semiotika. Pakaian adat Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara adat, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang mencerminkan nilai, norma, serta pandangan hidup masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif dari setiap unsur pakaian adat dan aksesoris seperti gotong, bulang, hiou suri-suri, rudang jambulan, buah bamban, sinokkok, bajut hundul, dormani, dan pisau suhul gading. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap elemen busana adat Simalungun mengandung pesan filosofis tentang keberanian, kehormatan, kesucian, kebijaksanaan, serta hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya. Simbol-simbol ini memperlihatkan bahwa pakaian adat berperan penting dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya masyarakat Simalungun di tengah arus modernisasi. Dengan demikian, pakaian adat dan aksesorisnya menjadi media representasi budaya yang meneguhkan jati diri sekaligus menjaga kesinambungan warisan leluhur.
Copyrights © 2025