p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Purba, Hotma Uhur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA SIMBOLIK PAKAIAN ADAT DAN AKSESORIS SIMALUNGUN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL (KAJIAN SEMIOTIKA) Purba, Hotma Uhur; Tampubolon, Tiur Angelina; Sitorus, Kristiani
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1138

Abstract

Penelitian ini membahas makna simbolik pakaian adat dan aksesoris Simalungun sebagai bentuk kearifan lokal dengan menggunakan kajian semiotika. Pakaian adat Simalungun tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara adat, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang mencerminkan nilai, norma, serta pandangan hidup masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif dari setiap unsur pakaian adat dan aksesoris seperti gotong, bulang, hiou suri-suri, rudang jambulan, buah bamban, sinokkok, bajut hundul, dormani, dan pisau suhul gading. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap elemen busana adat Simalungun mengandung pesan filosofis tentang keberanian, kehormatan, kesucian, kebijaksanaan, serta hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya. Simbol-simbol ini memperlihatkan bahwa pakaian adat berperan penting dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya masyarakat Simalungun di tengah arus modernisasi. Dengan demikian, pakaian adat dan aksesorisnya menjadi media representasi budaya yang meneguhkan jati diri sekaligus menjaga kesinambungan warisan leluhur.
STRATEGI MITOS DALAM MEMBENTUK HARAPAN DAN KEGAGALAN: KAJIAN ROLAND BARTHES PADA NOVEL ORANG-ORANG BIASA Sinaga, Citra Dewi; Celia, Najwah Laras; Purba, Hotma Uhur; Salsabila, Amanda Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1395

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi mitos dalam membentuk harapan dan kegagalan pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang merepresentasikan kehidupan masyarakat marginal dalam novel. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan tokoh-tokoh dari kelas sosial bawah yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Makna denotatif menampilkan kemiskinan, perjuangan, dan kegagalan hidup, sedangkan makna konotatif menunjukkan adanya ketertindasan sosial, kepasrahan, dan solidaritas kelompok marginal. Pada tingkat mitos, ditemukan pandangan bahwa kegagalan dan keterbatasan dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan masyarakat kecil, sementara pendidikan diposisikan sebagai jalan perubahan sosial.