Penelitian ini mengkaji absurditas dalam naskah drama “DOR” karya Putu Wijaya melalui tinjauan eksistensialisme. Fokus kajian ini berangkat dari kehadiran berbagai keganjilan dan ketidakpastian hidup dalam naskah yang merefleksikan problem eksistensial manusia modern. Tujuan penelitian meliputi pendeskripsian bentuk-bentuk absurditas dalam perwatakan tokoh, analisis makna absurditas melalui perspektif eksistensialisme, serta pengungkapan relevansinya dengan realitas sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data berupa dialog, monolog, dan tindakan tokoh yang merepresentasikan fenomena absurditas dianalisis berdasarkan konsep eksistensialisme Jean-Paul Sartre dan Albert Camus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absurditas dalam “DOR” terwujud melalui percakapan repetitif, pernyataan kontradiktif, dan keputusan irasional. Unsur-unsur ini tidak hanya menjadi ciri estetika drama absurd, tetapi juga berfungsi sebagai kritik sosial terhadap sistem hukum dan realitas masyarakat Indonesia. Dengan demikian, “DOR” merepresentasikan sintesis antara estetika absurditas, refleksi eksistensial, dan kritik sosial yang relevan dengan kehidupan manusia modern.
Copyrights © 2025