Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam drama Balada Sumarah dengan menggunakan kerangka teori Sara Mills, yang berfokus pada tiga aspek utama: posisi subjek, posisi objek, dan pembaca yang dibayangkan. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis feminis, penelitian ini mengidentifikasi berbagai bentuk pembungkaman, objektifikasi, dan marginalisasi yang dialami tokoh Sumarah sebagai perempuan dalam struktur sosial, budaya, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sumarah direpresentasikan sebagai perempuan yang kehilangan kendali atas identitasnya akibat wacana eksternal yang menindas, namun pada titik tertentu berupaya merebut kembali posisi sebagai subjek melalui tindakan resistif. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa drama tersebut menjadi cermin ketidaksetaraan gender sekaligus arena perlawanan simbolik terhadap hegemoni patriarki. Kajian ini menegaskan pentingnya analisis gender dalam membaca teks sastra Indonesia untuk mengungkap dinamika kekuasaan dan konstruksi identitas perempuan.
Copyrights © 2025