Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan metode pembelajaran membaca Al-Quran yang efektif dan relevan dengan konteks peserta didik di Indonesia, terutama dengan berkembangnya metode Qiraati, Iqro, dan Ummi yang masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan berbeda. Tujuan penelitian adalah melakukan meta-analisis komparatif terhadap efektivitas ketiga metode tersebut, mengidentifikasi faktor moderator, serta memberikan rekomendasi model pembelajaran terintegrasi yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan meta-analisis kuantitatif dengan mengintegrasikan 28 publikasi primer dari tahun 2010 hingga 2025 yang melibatkan total 3.247 peserta didik di berbagai setting pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui systematic literature review dengan kriteria inklusi eksperimental atau quasi-eksperimental, outcome kuantitatif, dan publikasi dalam periode terkini. Analisis data menggunakan model random-effects untuk menghitung effect size (Cohen’s d), uji heterogenitas, subgroup analysis, dan meta-regression untuk mengidentifikasi faktor moderator seperti usia, durasi program, dan kualifikasi guru. Hasil menunjukkan ketiga metode efektif dengan effect size besar (Qiraati d=0.78, Iqro d=0.66, Ummi d=0.62), namun efektivitas dipengaruhi signifikan oleh usia peserta didik, durasi program, dan kualifikasi guru, sementara setting geografis tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian merekomendasikan pendekatan eklektik-terstruktur yang mengintegrasikan elemen terbaik dari masing-masing metode sesuai konteks, guna meningkatkan mutu pembelajaran Al-Quran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026