Pendidikan keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dkk dan spiritualitas anak sejak usia dini. Namun, melemahnya peran keluarga dan minimnya panduan pendidikan yang terstruktur menyebabkan internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan anak belum berjalan optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan Kurikulum Insani dalam keluarga sebagai model pendidikan karakter anak usia dini yang berlandaskan nilai tauhid, ibadah, dan akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an dan Hadis, karya klasik serta kontemporer filsafat pendidikan Islam, dan teori perkembangan serta pembelajaran anak. Selanjutnya, teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mensintesis temuan secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Insani merupakan model pendidikan keluarga yang berpijak pada landasan ontologis berupa fitrah manusia, epistemologis melalui keteladanan dan pembiasaan, serta aksiologis yang berorientasi pada tazkiyatun nafs dan pembentukan insan kamil. Model ini menempatkan orang tua sebagai pendidik utama melalui strategi keteladanan, pembiasaan, dan kisah yang kontekstual dan menyenangkan bagi anak. Kebaruan artikel ini terletak pada perumusan Kurikulum Insani sebagai model pendidikan karakter anak usia dini yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan perspektif perkembangan anak dalam konteks keluarga. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan keilmuan pendidikan Islam dan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan spiritualitas anak.
Copyrights © 2026