Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode belajar sosial Albert Bandura melalui pemodelan guru berbasis budaya lokal dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan kelas 1 SD, khususnya pada suku kata ga,gi, gu, ge,go. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif , menempatkan guru sebagai model hidup (live model ) dan rekan sejawat sebagai observer untuk memantau perkembangan siswa secara mendalam. Proses pembelajaran di integrasikan dengan media kartu bergambar benda-benda lokal yang akrab dalam kehidupan sehari-hari siswa, seperti gula, gelas, dan gunting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui empat tahapan belajar sosial atensi, retensi, reproduksi motorik, dan motivasi siswa mengalami peningkatan siginifikan dalam penguasaan literasi. Penggunaan benda nyata berbasis budaya lokal terbukti mampu menjembatani pemahaman siswa dari simbol huruf yang abstrak menjadi konsep yang konkret dan mudah di ingat. Secara klasikal kemampuan membaca siswa meningkat dari kondisi awal rata-rata 60 % menjadi 95% setelah penelitian ini di lakukan. Temuan ini menegaskan bahwa pemodelan guru yang konsisten dan penggunaan media pembelajaran yang kontekstual tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis membaca tetapi juga membangkitkan motivasi serta kepercayaan diri siswa dalam belajar. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kearifan lokal dalam strategi pemodelan sebagai solusi efektif untuk mengatasi hambatan membaca di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2026