Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa
Vol 9, No 1 (2026): APRIL

PENGENTASAN KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN SOSIAL DI DESA SIDOREJO KECAMATAN KRIAN SIDOARJO

Lailatul Chabibah (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Lailatuz Fadiyah (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Liiza Riska Nafisa (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Mohammad Dliyaul Muflihin (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Imam Buchori (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)
Ade Irma Suryani Lating (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)



Article Info

Publish Date
25 May 2026

Abstract

ABSTRACT: This study examines the conditions of poverty and social inequality that occur in Sidorejo Village. Poverty is described as the inability of people to meet basic needs such as food, clothing, shelter, education, and health. Socioeconomic inequality can be seen from differences in income, access to health and education facilities, and job opportunities in the village. The main causes include low levels of education, limited access to basic services, and unequal distribution of wealth and opportunities. Various mitigation efforts are carried out through improving skills, access to capital, and improving basic facilities to reduce social disparities and improve the quality of life of the community. In addition, community participation and cooperation between parties are key to ensuring the sustainability of poverty alleviation programs and reducing social inequality. This study uses a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and literature studies from various relevant sources. The results of the study indicate that poverty alleviation requires sustainable and integrated cross-sectoral efforts.Keywords: Poverty, InequalityABSTRAK: Penelitian ini mengkaji kondisi kemiskinan dan ketimpangan sosial yang terjadi di Desa Sidorejo. Kemiskinan digambarkan sebagai ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Ketimpangan sosial ekonomi terlihat dari perbedaan pendapatan, akses terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta peluang kerja di desa tersebut. Faktor utama penyebabnya meliputi rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan akses terhadap layanan dasar, serta ketidakmerataan distribusi kekayaan dan peluang. Berbagai upaya penanggulangan dilakukan melalui peningkatan keterampilan, akses permodalan, dan peningkatan fasilitas dasar guna mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, partisipasi masyarakat dan kerjasama antar pihak menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur dari berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan upaya lintas sektor yang berkelanjutan dan terintegrasi.Kata Kunci: Kemiskinan, Ketimpangan

Copyrights © 2026