Penelitian ini bertujuan menelaah dampak program jaring pengaman sosial (JPS), terutama Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Indonesia Pintar (PIP), terhadap keberlanjutan pendidikan anak dari keluarga miskin di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada efektivitas program dalam meningkatkan partisipasi sekolah, menekan angka putus sekolah, serta memperkecil kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis berbasis pedoman PRISMA. Dari 88 artikel yang ditelusuri, diperoleh 22 studi relevan untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JPS secara signifikan membantu meringankan beban ekonomi keluarga miskin dan memperluas akses anak ke jenjang pendidikan menengah. Program ini terbukti meningkatkan keberlanjutan sekolah, meskipun efektivitasnya tidak sepenuhnya merata. Tantangan yang masih dihadapi mencakup kurangnya ketepatan sasaran penerima, nominal bantuan yang relatif kecil dibandingkan kebutuhan, serta potensi ketergantungan jangka panjang. Faktor yang mendukung keberhasilan program antara lain kualitas pendampingan, sinergi antarinstansi, dan transparansi pengelolaan. JPS berperan penting dalam menjaga hak pendidikan anak, namun perlu penyempurnaan desain kebijakan serta evaluasi berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif disparitas wilayah, sehingga dapat menjadi dasar penguatan kebijakan sosial yang lebih inklusif, adil, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan.
Copyrights © 2026