Pleurotus ostreatus merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki prospek usaha cukup baik karena banyak diminati masyarakat serta memiliki kandungan gizi yang tinggi. Usaha budidaya jamur tiram di Desa Kelindang Atas Kabupaten Bengkulu Tengah telah berkembang selama beberapa tahun dan menjadi salah satu usaha yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, usaha tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas produksi, fasilitas produksi yang masih sederhana, keterbatasan modal usaha, serta belum optimalnya pemenuhan permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan usaha jamur tiram melalui analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, pemasok, dan pelanggan tetap. Analisis data dilakukan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur tiram di Desa Kelindang Atas berada pada kondisi yang mendukung untuk dilakukan pengembangan usaha karena memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang cukup baik. Strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kapasitas produksi, pengembangan inovasi produk olahan, perluasan pemasaran melalui media sosial, peningkatan fasilitas produksi, penambahan tenaga kerja, serta menjaga loyalitas pelanggan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026