Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Sumber Daya Perempuan Melalui Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Bengkulu Utara (Studi Peran Dana Desa di Desa Air Petai) Dwi Nirwana; Ellya Revolina; Ariel Siswantoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dana pelatihan, modal usaha, motivasi, serta partisipasi anggota terhadap pengembangan sumber daya perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Air Petai, Kecamatan Putri Hijau. Melalui pemanfaatan dana desa, program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonomi perempuan di wilayah pedesaan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menguji hubungan antar variabel secara empiris. Populasi penelitian mencakup 205 orang dengan sampel sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel dana pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembangan sumber daya perempuan, yang mengindikasikan bahwa ketersediaan dana saja tidak cukup tanpa pengelolaan program yang optimal. Sebaliknya, modal usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan, mempertegas pentingnya akses finansial bagi usaha produktif. Variabel motivasi menunjukkan pengaruh signifikan dengan arah negatif, yang menandakan bahwa dorongan eksternal tanpa kesadaran pribadi belum mampu meningkatkan kapasitas secara nyata. Partisipasi anggota terbukti menjadi variabel yang paling dominan berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengembangan sumber daya perempuan dengan nilai F hitung sebesar 63,214. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,803 menunjukkan bahwa 80,3% variasi pengembangan sumber daya perempuan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam penelitian ini, sementara sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian.
Strategi Pengembangan Usaha Jamur Tiram melalui Analisis SWOT di Desa Kelindang Atas Kab Bengkulu Tengah Yevi Permataasari; Ellya Revolina; Ariel Siswantoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8878

Abstract

Pleurotus ostreatus merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki prospek usaha cukup baik karena banyak diminati masyarakat serta memiliki kandungan gizi yang tinggi. Usaha budidaya jamur tiram di Desa Kelindang Atas Kabupaten Bengkulu Tengah telah berkembang selama beberapa tahun dan menjadi salah satu usaha yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat. Namun, usaha tersebut masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas produksi, fasilitas produksi yang masih sederhana, keterbatasan modal usaha, serta belum optimalnya pemenuhan permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan usaha jamur tiram melalui analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, pemasok, dan pelanggan tetap. Analisis data dilakukan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya jamur tiram di Desa Kelindang Atas berada pada kondisi yang mendukung untuk dilakukan pengembangan usaha karena memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang cukup baik. Strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan kapasitas produksi, pengembangan inovasi produk olahan, perluasan pemasaran melalui media sosial, peningkatan fasilitas produksi, penambahan tenaga kerja, serta menjaga loyalitas pelanggan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.