Keselamatan kerja di laboratorium merupakan aspek penting dalam mendukung kegiatan praktikum biologi di SMAN 04 Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di laboratorium biologi, meliputi identifikasi potensi bahaya, tingkat risiko, serta pelaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner kepada kepala laboratorium, guru biologi, serta siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian mencakup lima aspek utama yang dijabarkan ke dalam 14 indikator keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan kerja di laboratorium biologi sudah cukup baik dari segi pengetahuan pengguna laboratorium. Namun, masih ditemukan kelemahan pada aspek keterampilan praktik keselamatan, kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri, serta kelengkapan fasilitas keselamatan. Bahan kimia menjadi salah satu sumber potensi bahaya yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi dalam kegiatan praktikum. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan penerapan K3 melalui pelatihan keselamatan secara berkala, penguatan standar operasional prosedur (SOP), serta penyediaan fasilitas keselamatan yang lebih memadai. Temuan penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan budaya keselamatan di laboratorium sekolah melalui peningkatan kesadaran, kedisiplinan, serta pengelolaan laboratorium yang lebih terstruktur.
Copyrights © 2026