Artikel ini menganalisis transformasi pembelajaran Sejarah Peradaban Islam di era digital melalui studi literatur sistematis terhadap 30 artikel jurnal terindeks SINTA dan Scopus periode 2019-2024. Hasil penelitian mengungkap tiga tren transformasi utama: pertama, transformasi konten dan akses melalui digitalisasi sumber primer, museum virtual, dan teknologi imersif; kedua, transformasi pedagogis dengan adopsi flipped classroom, pembelajaran berbasis proyek, dan digital storytelling; ketiga, transformasi literasi dan keterampilan yang berfokus pada pengembangan literasi digital historis dan berpikir kritis. Analisis menunjukkan efektivitas signifikan integrasi digital dalam meningkatkan motivasi belajar (effect size 0.45-0.78), pemahaman konseptual, dan keterampilan berpikir historis. Namun, tantangan utama meliputi kesenjangan digital, keterbatasan kompetensi TPACK guru, isu kualitas konten digital, dan risiko reduksionisme teknologi yang menyederhanakan narasi sejarah kompleks. Disimpulkan bahwa transformasi digital pembelajaran Sejarah Peradaban Islam memerlukan pendekatan seimbang yang menyinergikan inovasi teknologi dengan kedalaman pedagogis dan ketelitian metodologi sejarah.
Copyrights © 2025