Kesehatan mental remaja menjadi perhatian serius mengingat tingginya prevalensi masalah mental emosional yang mencapai 19,8% pada kelompok usia 15–24 tahun di Indonesia, khususnya pasca pandemi COVID-19. Rendahnya literasi kesehatan mental di lingkungan sekolah memperparah kondisi ini, terutama di daerah dengan akses layanan yang terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang kesehatan mental melalui seminar interaktif bertajuk "Bangkit Bersama, Menuju Harapan: Menemukan Kekuatan dalam Diri" yang dilaksanakan di Madrasah Madani Alauddin PAO, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sebanyak 25 siswa SMA menjadi peserta kegiatan yang mengintegrasikan pendekatan psikologi positif dengan aktivitas Pohon Harapan sebagai media refleksi diri. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test adaptasi General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) serta instrumen kepuasan skala Likert. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman kesehatan mental sebesar 66,5% (dari 47,2 menjadi 78,6) dan peningkatan skor skala kesehatan mental sebesar 100% (dari 12,4 menjadi 24,8). Seluruh peserta mengalami peningkatan kategori kesehatan mental setelah seminar. Tingkat kepuasan peserta mencapai rata-rata 4,32 dari skala 5, dengan aspek manfaat kegiatan mendapat nilai tertinggi. Kegiatan ini membuktikan bahwa metode penyuluhan interaktif berbasis psikologi positif efektif meningkatkan literasi dan kesejahteraan mental remaja.
Copyrights © 2026