Insomnia merupakan keadaan seseorang yang merasakan gejala melelahkan saat beraktivitas di siang hari dan sulit mendapatkan kualitas tidur baik. Di Indonesia sekitar 10% penduduk atau sekitar 28 juta orang mengalami insomnia dari total 238 juta penduduk Indonesia dari jumlah tersebut sekitar 10-15% sebagai gejala insomnia kronik. Selain itu, insomnia juga menyerang siswa di Indonesia, khususnya di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan efektivitas Terapi Rindik Bali Relaxation sebagai upaya penurunan insomnia di SMAN 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan jenis True Experimental Design bentuk Pre-test Post-test Control Group Design yang bertujuan membandingkan penurunan insomnia sebelum dan sesudah pemberian terapi antara kelompok kontrol tidak mendapatkan treatment Rindik Bali sedangkan kelompok eksperimen mendapatkan treatment Rindik Bali. Metode pemerolehan data dengan observasi, pre-test post-test, wawancara terstruktur serta dokumentasi. Jumlah sampel penelitian adalah 70 siswa dengan pertimbangan dalam pengambilan sampel didasarkan pada siswa yang mengalami gejala insomnia berdasarkan kuisioner yang telah disebar. Data yang didapat akan diolah menggunakan aplikasi Jamovi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan yang signifikan setelah pada kelompok yang diberikan perlakuan Rindik Bali (p=0.001<0.005).
Copyrights © 2026