Gizi kurang (wasting) pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Provinsi Sulawesi Tengah yang pada tahun 2023 dan 2024 masih berada di atas angka prevalensi nasional. Perbedaan kondisi geografis dan lingkungan antarwilayah di provinsi ini, seperti sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta karakteristik wilayah, berkontribusi terhadap kejadian wasting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian wasting pada balita dengan pendekatan spasial di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan unit analisis kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023. Data sekunder diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Analisis spasial dilakukan secara global menggunakan Moran’s Index dan lokal menggunakan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan aplikasi GeoDa. Hasil analisis menunjukkan bahwa ASI eksklusif, CTPS dan SBS memiliki autokorelasi spasial terhadap kejadian wasting. CTPS dan SBS menunjukkan pola mengelompok, sedangkan ASI eksklusif menunjukkan pola menyebar. Imunisasi lengkap dan sanitasi layak tidak menunjukkan autokorelasi spasial yang signifikan. Clustermap menunjukkan bahwa Kota Palu konsisten berada pada kategori high-high (hotspot) pada variabel imunisasi lengkap, sanitasi layak, CTPS, dan SBS. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi intervensi gizi yang lebih tepat sasaran dan berbasis wilayah, terutama pada daerah hotspot seperti Kota Palu.
Copyrights © 2026