p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Sari Laila Wahyuni
Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sanitasi Lingkungan Sebagai Determinan Stunting Balita di Nusa Tenggara Timur: Analisis Data Ski 2023 Hilmi Friska; Ahmad Syafiq; Noviyana Noviyana; Sari Laila Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52053

Abstract

Stunting adalah kondisi gizi kronis yang ditimbulkan dari kekurangan asupan nutrisi dalam cukup lama. Pada tahun 2023, Provinsi Nusa Tenggara Timur menempati posisi kedua tertinggi prevalensi stunting pada balita di Indonesia yaitu sebesar 37,9%. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi sanitasi lingkungan dan risiko infeksi yang berkaitan dengan kasus stunting pada balita di NTT. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional, dengan data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jumlah sampel 4291 balita (0-59 bulan) di NTT. Analisis data mencakup analisis univariat untuk distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menemukan proporsi kejadian stunting di Provinsi NTT sebesar 32,9% balita mengalami stunting. Variabel yang mempengaruhi kejadian stunting di NTT adalah sumber air minum, penggunaan jamban, pembuangan limbah, dan pengelolaan sampah. Faktor paling berpengaruh kejadian stunting di NTT adalah pengelolaan sampah. Dapat disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan yang kurang baik sebagai determinan utama stunting pada balita di NTT.
Analisis Kesiapan Kebijakan Terhadap Pencegahan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah: Studi Komparatif Papua Barat Daya dan Sumatera Utara (SSGI 2024) Sari Laila Wahyuni; Sabarinah Sabarinah; Hilmi Friska; Leila Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52505

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian neonatal di Indonesia, dengan prevalensi nasional sekitar 6,5% dan variasi yang lebar antarprovinsi. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan Papua Barat Daya memiliki prevalensi BBLR tertinggi (9,3%), sedangkan Sumatera Utara terendah (3,3%). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan kebijakan dan implementasi program pencegahan BBLR di kedua provinsi tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui comparative policy analysis. Data sekunder berasal dari dokumen kebijakan nasional dan daerah serta indikator SSGI 2024 (ANC, konsumsi tablet tambah darah, dan BBLR). Analisis dilakukan melalui policy content analysis yang mengacu pada kerangka policy cycle dan analisis deskriptif-komparatif indikator program. Hasil menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki kerangka kebijakan KIA dan gizi yang lebih matang, capaian ANC K4 dan konsumsi tablet tambah darah yang lebih tinggi, serta proporsi kehamilan remaja dan jarak kehamilan pendek yang lebih rendah. Sebaliknya, Papua Barat Daya masih menghadapi keterbatasan regulasi operasional, kontinuitas layanan kehamilan yang lemah, dan risiko reproduksi yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan BBLR merefleksikan perbedaan kesiapan kebijakan dan kapasitas tata kelola sistem kesehatan daerah, bukan sekadar faktor klinis atau perilaku individual.
Analisis Spasial Determinan Kejadian Gizi Kurang pada Balita di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023 Leila Ramadhani; Tris Eryando; Sari Laila Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58223

Abstract

Gizi kurang (wasting) pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Provinsi Sulawesi Tengah yang pada tahun 2023 dan 2024 masih berada di atas angka prevalensi nasional. Perbedaan kondisi geografis dan lingkungan antarwilayah di provinsi ini, seperti sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta karakteristik wilayah, berkontribusi terhadap kejadian wasting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian wasting pada balita dengan pendekatan spasial di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi ekologi dengan unit analisis kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2023. Data sekunder diperoleh dari Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Analisis spasial dilakukan secara global menggunakan Moran’s Index dan lokal menggunakan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan aplikasi GeoDa. Hasil analisis menunjukkan bahwa ASI eksklusif, CTPS dan SBS memiliki autokorelasi spasial terhadap kejadian wasting. CTPS dan SBS menunjukkan pola mengelompok, sedangkan ASI eksklusif menunjukkan pola menyebar. Imunisasi lengkap dan sanitasi layak tidak menunjukkan autokorelasi spasial yang signifikan. Clustermap menunjukkan bahwa Kota Palu konsisten berada pada kategori high-high (hotspot) pada variabel imunisasi lengkap, sanitasi layak, CTPS, dan SBS. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi intervensi gizi yang lebih tepat sasaran dan berbasis wilayah, terutama pada daerah hotspot seperti Kota Palu.