Latar Belakang: Keputihan patologis merupakan masalah kesehatan reproduksi yang prevalens di kalangan remaja putri di negara berkembang, namun sintesis bukti determinannya secara sistematis masih terbatas. Tujuan: Mensintesis bukti mengenai determinan kejadian keputihan pada remaja putri di negara berkembang berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Metode: Pencarian sistematis pada lima database (PubMed/MEDLINE, Scopus, CINAHL, Google Scholar, Portal Garuda) untuk publikasi 2020–2025. Studi diseleksi menggunakan kerangka PICOS. Penilaian kualitas menggunakan JBI Critical Appraisal Checklist. Inter-rater reliability diukur dengan Cohen's kappa (κ). Sintesis dilakukan secara naratif menggunakan thematic synthesis. Hasil: Dari 1.247 artikel teridentifikasi, 22 studi memenuhi kriteria (N=4.819; κ=0,83). Determinan dominan: hygiene genitalia buruk (16/22 studi), pengetahuan kesehatan reproduksi rendah (13/22 studi), infeksi Candida albicans/bacterial vaginosis (10/22 studi), stres psikologis (9/22 studi), dan penggunaan produk kewanitaan berlebihan (8/22 studi). Integrasi ke dalam Health Belief Model menghasilkan model konseptual yang dapat memandu pengembangan intervensi. Kesimpulan: Intervensi multidimensional berbasis Health Belief Model yang mengintegrasikan edukasi hygiene, penguatan pengetahuan reproduksi, dan manajemen stres merupakan strategi terbaik untuk menurunkan prevalensi keputihan patologis pada remaja putri di negara berkembang
Copyrights © 2026