Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk STAI Haji Agus Salim Cikarang, menghadapi tantangan berat dalam meningkatkan daya saing akademik dan inklusivitas di era revolusi industri 4.0. Transformasi digital terhambat oleh masalah struktural sumber daya manusia yang kompleks. Studi mengungkap akar masalah utama berupa fragmentasi kinerja staf pengelola. Mayoritas staf bekerja paruh waktu di berbagai institusi, Cenderung hanya melaksanakan tugas mengajar tanpa inovasi. Akibatnya, tugas esensial non-mengajar seperti pengembangan kurikulum, akreditasi, dan riset menjadi terbengkalai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami integrasi nilai-nilai Islam (amanah, 'adl, ihsan) dengan teknologi AI-Big Data dalam pengelolaan PTKI, dengan fokus pada membangun kultur kerja berbasis akidah dan otomasi berbasis data. Melalui pendekatan ini, penelitian bertujuan untuk meningkatkan stabilitas finansial, motivasi staf, produktivitas lembaga, dan kualitas pendidikan serta tata kelola PTKI secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif, termasuk wawancara mendalam dengan staf STAI Haji Agus Salim Cikarang, danĀ observasi partisipatif. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi dan member checking untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dan teknologi dalam pengelolaan PTKI dapat menciptakan budaya kerja yang harmonis, meningkatkan kualitas pendidikan, dan efisiensi operasional lembaga, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam. Implikasi teoritis dan praktis dari hasil penelitian ini adalah memperlihatkan bahwa pendekatan integratif nilai-nilai Islam dan teknologi memiliki potensi untuk mengatasi tantangan struktural yang dihadapi PTKI, serta memberikan dasar bagi peningkatan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, dan budaya kerja inklusif dalam lembaga pendidikan Islam
Copyrights © 2025