Titi Hendrawati
STAI Haji Agus Salim Cikarang Bekasi

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Transformasi Pendidikan Menuju Efesiensi dan Kesetaraan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Indonesia Wilda Agista; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.353

Abstract

Latar belakang permasalahan yang muncul yaitu masih rendahnya efisiensi dan kesetaraan dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama pada daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ketimpangan akses terhadap fasilitas pendidikan dan keterbatasan tenaga pengajar menjadi tantangan besar dalam pemerataan pendidikan nasional. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat, transformasi digital dalam dunia pendidikan menjadi peluang untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dan kesetaraan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa sekolah negeri dan swasta di Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 10 Januari hingga 25 Februari 2025. Subjek/informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, siswa, serta pihak Dinas Pendidikan setempat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu pemanfaatan teknologi informasi terbukti mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran melalui platform daring, sistem manajemen pembelajaran (LMS), serta digitalisasi administrasi sekolah. Selain itu, teknologi juga memfasilitasi kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan materi pembelajaran daring yang dapat diakses oleh siswa di berbagai wilayah. Kontribusi dari hasil penelitian adalah memberikan gambaran nyata dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan institusi pendidikan dalam merancang transformasi pendidikan berbasis teknologi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Integrasi Nilai Keislaman dalam Manajemen Mutu Pendidikan Dewi Yuliyana; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.370

Abstract

Manajemen mutu pendidikan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, manajemen mutu tidak hanya ditujukan pada pencapaian standar akademik semata, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pijakan lembaga tersebut. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam manajemen mutu menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan spiritualitas. Nilai-nilai keislaman seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta semangat ihsan dan istiqamah harus menjadi ruh dalam setiap proses manajerial, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun evaluasi mutu pendidikan. Integrasi nilai-nilai ini dapat memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan dan menciptakan atmosfer kerja yang harmonis, produktif, dan bermakna. Dengan demikian, orientasi mutu pendidikan berbasis Islam bukan hanya menekankan pada hasil (output) dan dampak (outcome), tetapi juga pada proses yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model manajemen mutu pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam praktik kelembagaan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus pada lembaga pendidikan Islam, sehingga diperoleh gambaran nyata mengenai implementasi nilai-nilai keislaman dalam budaya mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam manajemen mutu cenderung memiliki iklim sekolah yang lebih positif dan mampu mempertahankan keberlanjutan mutu secara konsisten.
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Teknologi di Pembelajaran PAI Subki Abdul Syakur; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.650

Abstract

Meskipun teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, pembelajaran PAI di lapangan masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi digital guru dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Kondisi ini menghambat optimalisasi penggunaan teknologi dalam meningkatkan efektivitas dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran PAI.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi teknologi di pembelajaran PAI serta menawarkan solusi strategis untuk mengatasinya. Metode penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber data berupa artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Sebanyak 15-20 artikel dijadikan rujukan dengan rentang tahun publikasi 2015–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah seperti Google Scholar dan Garuda, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk menelaah tema, temuan, dan relevansi setiap sumber terhadap fokus penelitian salah satunya penelitian Hendrawati, T. (2025). PAI Kolaboratif: Desain Pembelajaran Inovatif di Era Society 5.0. PT Penerbit Qriset Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam penerapannya di madrasah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang diperkaya data lapangan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru PAI, kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan beberapa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI telah dilakukan melalui penggunaan video, slide interaktif, dan aplikasi pembelajaran, namun efektivitasnya masih terkendala oleh kompetensi digital guru yang beragam, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta akses internet yang sering tidak stabil. Hasil kajian menunjukkan bahwa solusi yang dapat diterapkan antara lain adalah peningkatan literasi digital guru PAI melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis nilai-nilai Islam, serta kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menyediakan sarana pendukung teknologi. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI dapat berjalan efektif dan tetap mempertahankan esensi nilai-nilai spiritual Islam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas, interaktivitas, dan keterlibatan peserta didik, namun optimalisasinya masih terhambat oleh kompetensi digital guru dan keterbatasan sarana. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang integrasi teknologi dalam PAI serta menawarkan dasar teoretis bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang lebih adaptif dan inovatif di era digital.
Analisis Pengembangan Media dan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Model ADDIE di Era Digital Wilda Agista; Titi Hendrawati; Dewi Yuliyana; Muhammad Abduh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan strategi pengembangan media serta teknologi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model pengembangan media ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif, visual, dan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan minat belajar siswa. Platform digital seperti Canva, Wordwall, dan Google Sites terbukti efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara menarik dan kreatif. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, serta minimnya dukungan kebijakan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI, kolaborasi lintas disiplin, dan kebijakan kurikulum yang adaptif terhadap digitalisasi untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang bermakna, relevan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, media pembelajaran digital, teknologi pendidikan, guru PAI, era digital
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Society Ahmad Dasuki; Titi Hendrawati; Sudarma Sudarma; Jauhari Jauhari; Muhtamar Sokheh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.742

Abstract

Era Society 5.0 menghadirkan transformasi signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi. Perubahan berbasis teknologi digital, kecerdasan buatan, dan integrasi data menuntut adaptasi model pembelajaran yang tidak hanya berbasis transfer pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter dan literasi digital religius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran PAI dalam era Society 5.0 melalui pendekatan integratif yang menggabungkan kajian literatur, penelitian kualitatif deskriptif, dan action research. Penelitian dilakukan di Cikarang dengan subjek 20 mahasiswa semester 2. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran PAI memerlukan integrasi teknologi digital yang berbasis nilai, model pembelajaran kolaboratif-reflektif, serta pendekatan humanistik yang berorientasi pada penguatan karakter mahasiswa. Implementasi action research menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif mahasiswa dan kesadaran literasi keagamaan berbasis digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI dalam era Society 5.0 harus menyeimbangkan inovasi teknologi dengan internalisasi nilai spiritual dan etika Islam agar tetap relevan dan kontekstual.
Future Prospects of Learning Innovation Development Dewi Yuliyana; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.743

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan keterampilan abad ke-21 menuntut adanya inovasi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi dengan kesiapan guru, ketersediaan sarana prasarana, serta integrasi nilai pedagogik dan karakter dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan inovasi pembelajaran di masa depan ditinjau dari aspek teknologi, pedagogik, dan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods (metode campuran) dengan desain sequential explanatory, yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif secara berurutan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Penelitian dilaksanakan di beberapa satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Populasi penelitian adalah guru pada jenjang tersebut, dengan sampel sebanyak 20 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman dalam penerapan inovasi pembelajaran. Jumlah sampel ini tidak ditujukan untuk generalisasi statistik, melainkan untuk memperoleh data yang mendalam dan mencapai ketercukupan informasi (data saturation). Data kuantitatif diperoleh melalui angket untuk mengukur tingkat kesiapan dan implementasi inovasi pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi guna memperkuat serta menjelaskan temuan kuantitatif, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru telah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis digital dan blended learning. Sebanyak 70% guru berada pada kategori siap, dan 80% responden menyatakan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan inovasi. Disimpulkan bahwa prospek inovasi pembelajaran di masa depan sangat besar apabila dikembangkan secara terintegrasi antara teknologi, pedagogik, dan penguatan karakter.
Peningkatan Kapasitas Tutor PKBM Melalui Pelatihan Komunikasi Humanistik Dan Metode GASING Untuk Pembentukan Karakter Peserta Didik Titi Hendrawati; Nurshiddieq
Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Inisiatif : Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/inisiatif.v5i1.791

Abstract

This community service activity aims to improve the capacity of PKBM tutors in applying humanistic communication and the GASING method to support students’ character development. The program was conducted at PKBM Bina Mandiri Cipageran Cimahi using the Participatory Action Research (PAR) approach through stages of needs assessment, training, mentoring, implementation, and evaluation. The implementation methods included workshops, learning practices, observations, participatory discussions, and mentoring activities for tutors in applying humanistic communication and the GASING method during the learning process. The results of the program showed an improvement in tutors’ understanding and skills in creating a more communicative, enjoyable, and student-centered learning environment. In addition, students demonstrated increased learning motivation, participation, discipline, self-confidence, and cooperation during classroom activities. This community service program also contributed positively to strengthening a humanistic learning culture within the PKBM environment. The implication of this activity indicates that continuous training and mentoring can become an effective empowerment model for non-formal education tutors in supporting sustainable character-based learning.