Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Barriers to the Implementation of Learning Organization in Private Universities Titi Hendrawati; Firdiansyah Firdiansyah; Ayatullah Humaeni
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5312

Abstract

Implementing the concept of learning organization in private universities is a big problem. This article highlights potential barriers to transforming private colleges into responsive, innovative, and learning-oriented organizations. These barriers include a strict corporate culture, insufficient resources, lack of leadership support, vague goals, and difficulty managing change. However, the article also provides ways to overcome these challenges, such as developing a learning culture, wise resource allocation, dedicated leadership, explicit goal setting, and effective change management. By implementing these solutions, private universities can become dynamic and relevant educational institutions, ready to meet the changing demands of the education sector. This article demonstrates the important function of a learning organization in improving the quality of higher education and preparing students for a competitive future. The purpose of this study is to examine the barriers to the implementation of learning organization and describe the solutions to these barriers. Descriptive qualitative and case study methodology through data collection through interviews, observations, and document analysis to find out more about the implementation of a learning organization and its impact on the performance of private universities.The findings of this study are intended to show the importance of developing a learning organization in a higher education environment as well as dealing with barriers to implementation. 
Service Management Role In Improving Educational Quality Rini Susilowati; Titi Hendrawati; Acep Nurulah; Ade Marfuddin
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 2 No. 3 (2023): December : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v2i3.1055

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how service management might be used to raise the standard of inclusive education. The study was conducted at MI Al-Biruni Bandung, SD Ibnu Sina Bandung, and SDI Scholar Muda Bandung. This study employs a qualitative case study methodology. The study's findings demonstrate how to manage inclusive education services by giving students with special needs (PDBK) the infrastructure and facilities they need, hiring qualified teachers, adapting the curriculum and assessment methods for GDPK, and fostering a positive learning environment. According to the goals and objectives of the schools, each of the three educational institutions has a unique approach to implementing service management. Although the objectives of education may vary, they generally remain relate to the criteria of quality outlined in the relevant laws and regulations.
Optimization of Quality Management in Quality Based Curriculum Development Sudarma Sudarma; Titi Hendrawati
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): April : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i1.1983

Abstract

Evaluation is a crucial component in the development and implementation of quality-based curricula. This study explores the effectiveness of various evaluation methods, including formative, summative, and authentic assessments, in measuring curriculum success. The results indicate that formative assessment positively contributes to students' understanding, while summative assessments often fail to accurately reflect students' abilities. Authentic assessments have proven to enhance student motivation and preparedness for real-world challenges. Student involvement in the evaluation process, the use of evaluation data for continuous improvement, and teacher training in diverse evaluation methods are key factors in enhancing evaluation effectiveness. This research emphasizes the importance of selecting appropriate evaluation methods aligned with curriculum objectives to achieve optimal educational outcomes. Thus, the findings provide valuable insights for curriculum development and evaluation practices in educational institutions.
Transformasi Pendidikan Menuju Efesiensi dan Kesetaraan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Indonesia Wilda Agista; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.353

Abstract

Latar belakang permasalahan yang muncul yaitu masih rendahnya efisiensi dan kesetaraan dalam sistem pendidikan di Indonesia, terutama pada daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ketimpangan akses terhadap fasilitas pendidikan dan keterbatasan tenaga pengajar menjadi tantangan besar dalam pemerataan pendidikan nasional. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat, transformasi digital dalam dunia pendidikan menjadi peluang untuk menjawab tantangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dan kesetaraan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa sekolah negeri dan swasta di Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 10 Januari hingga 25 Februari 2025. Subjek/informan dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, siswa, serta pihak Dinas Pendidikan setempat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu pemanfaatan teknologi informasi terbukti mampu meningkatkan efisiensi pembelajaran melalui platform daring, sistem manajemen pembelajaran (LMS), serta digitalisasi administrasi sekolah. Selain itu, teknologi juga memfasilitasi kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan materi pembelajaran daring yang dapat diakses oleh siswa di berbagai wilayah. Kontribusi dari hasil penelitian adalah memberikan gambaran nyata dan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan institusi pendidikan dalam merancang transformasi pendidikan berbasis teknologi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Integrasi Nilai Keislaman dalam Manajemen Mutu Pendidikan Dewi Yuliyana; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.370

Abstract

Manajemen mutu pendidikan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, manajemen mutu tidak hanya ditujukan pada pencapaian standar akademik semata, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pijakan lembaga tersebut. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam manajemen mutu menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan spiritualitas. Nilai-nilai keislaman seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta semangat ihsan dan istiqamah harus menjadi ruh dalam setiap proses manajerial, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun evaluasi mutu pendidikan. Integrasi nilai-nilai ini dapat memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan dan menciptakan atmosfer kerja yang harmonis, produktif, dan bermakna. Dengan demikian, orientasi mutu pendidikan berbasis Islam bukan hanya menekankan pada hasil (output) dan dampak (outcome), tetapi juga pada proses yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model manajemen mutu pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam praktik kelembagaan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus pada lembaga pendidikan Islam, sehingga diperoleh gambaran nyata mengenai implementasi nilai-nilai keislaman dalam budaya mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam manajemen mutu cenderung memiliki iklim sekolah yang lebih positif dan mampu mempertahankan keberlanjutan mutu secara konsisten.
Optimalisasi Nilai Islam Optimalisasi Nilai Islam melalui AI dan Big Data untuk Budaya Kerja Inklusif di Lembaga Pendidikan Islam Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.517

Abstract

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk STAI Haji Agus Salim Cikarang, menghadapi tantangan berat dalam meningkatkan daya saing akademik dan inklusivitas di era revolusi industri 4.0. Transformasi digital terhambat oleh masalah struktural sumber daya manusia yang kompleks. Studi mengungkap akar masalah utama berupa fragmentasi kinerja staf pengelola. Mayoritas staf bekerja paruh waktu di berbagai institusi, Cenderung hanya melaksanakan tugas mengajar tanpa inovasi. Akibatnya, tugas esensial non-mengajar seperti pengembangan kurikulum, akreditasi, dan riset menjadi terbengkalai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami integrasi nilai-nilai Islam (amanah, 'adl, ihsan) dengan teknologi AI-Big Data dalam pengelolaan PTKI, dengan fokus pada membangun kultur kerja berbasis akidah dan otomasi berbasis data. Melalui pendekatan ini, penelitian bertujuan untuk meningkatkan stabilitas finansial, motivasi staf, produktivitas lembaga, dan kualitas pendidikan serta tata kelola PTKI secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif, termasuk wawancara mendalam dengan staf STAI Haji Agus Salim Cikarang, dan  observasi partisipatif. Data dianalisis secara tematik dengan triangulasi dan member checking untuk memastikan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dan teknologi dalam pengelolaan PTKI dapat menciptakan budaya kerja yang harmonis, meningkatkan kualitas pendidikan, dan efisiensi operasional lembaga, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam. Implikasi teoritis dan praktis dari hasil penelitian ini adalah memperlihatkan bahwa pendekatan integratif nilai-nilai Islam dan teknologi memiliki potensi untuk mengatasi tantangan struktural yang dihadapi PTKI, serta memberikan dasar bagi peningkatan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, dan budaya kerja inklusif dalam lembaga pendidikan Islam
Strategi Penggunaan Media dan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Islam Muhtamar Sokheh; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.561

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar sekaligus tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era Kurikulum Merdeka. Masalah utama yang menjadi perhatian adalah keterbatasan sebagian guru dalam mengintegrasikan media digital ke dalam praktik pedagogis, sehingga penggunaannya kerap bersifat administratif dan belum sepenuhnya menyentuh aspek nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Data dikumpulkan dari artikel jurnal terindeks SINTA dan DOAJ, prosiding, buku ilmiah, serta kebijakan resmi terkait Kurikulum Merdeka. Proses penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui kata kunci dan Boolean operators pada Google Scholar, GARUDA, dan Moraref, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik terhadap publikasi terbit tahun 2020–2025. Hasil kajian memperlihatkan bahwa strategi pembelajaran digital, seperti Flipped Classroom, Project-Based Learning, simulasi problem solving, dan gamifikasi Islami, tidak hanya meningkatkan keterlibatan belajar, tetapi juga menanamkan nilai amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa media digital berperan sebagai instrumen strategis dalam membentuk karakter Islami peserta didik, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Sebagai tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan pelatihan literasi digital Islami bagi guru PAI serta penelitian lapangan lanjutan untuk menguji efektivitas strategi digital yang telah diidentifikasi
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Teknologi di Pembelajaran PAI Subki Abdul Syakur; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.650

Abstract

Meskipun teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, pembelajaran PAI di lapangan masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi digital guru dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Kondisi ini menghambat optimalisasi penggunaan teknologi dalam meningkatkan efektivitas dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran PAI.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi teknologi di pembelajaran PAI serta menawarkan solusi strategis untuk mengatasinya. Metode penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan memanfaatkan sumber data berupa artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Sebanyak 15-20 artikel dijadikan rujukan dengan rentang tahun publikasi 2015–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah seperti Google Scholar dan Garuda, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk menelaah tema, temuan, dan relevansi setiap sumber terhadap fokus penelitian salah satunya penelitian Hendrawati, T. (2025). PAI Kolaboratif: Desain Pembelajaran Inovatif di Era Society 5.0. PT Penerbit Qriset Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang muncul dalam penerapannya di madrasah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang diperkaya data lapangan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru PAI, kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan beberapa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI telah dilakukan melalui penggunaan video, slide interaktif, dan aplikasi pembelajaran, namun efektivitasnya masih terkendala oleh kompetensi digital guru yang beragam, infrastruktur teknologi yang belum optimal, serta akses internet yang sering tidak stabil. Hasil kajian menunjukkan bahwa solusi yang dapat diterapkan antara lain adalah peningkatan literasi digital guru PAI melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis nilai-nilai Islam, serta kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menyediakan sarana pendukung teknologi. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI dapat berjalan efektif dan tetap mempertahankan esensi nilai-nilai spiritual Islam.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas, interaktivitas, dan keterlibatan peserta didik, namun optimalisasinya masih terhambat oleh kompetensi digital guru dan keterbatasan sarana. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan dan peluang integrasi teknologi dalam PAI serta menawarkan dasar teoretis bagi pengembangan model pembelajaran PAI yang lebih adaptif dan inovatif di era digital.
Analisis Pengembangan Media dan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Model ADDIE di Era Digital Wilda Agista; Titi Hendrawati; Dewi Yuliyana; Muhammad Abduh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan strategi pengembangan media serta teknologi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model pengembangan media ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif, visual, dan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan minat belajar siswa. Platform digital seperti Canva, Wordwall, dan Google Sites terbukti efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara menarik dan kreatif. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, serta minimnya dukungan kebijakan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI, kolaborasi lintas disiplin, dan kebijakan kurikulum yang adaptif terhadap digitalisasi untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang bermakna, relevan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, media pembelajaran digital, teknologi pendidikan, guru PAI, era digital
Landasan Teori Inovasi dan Desain Pembelajaran Subki Abdul Syakur; Titi Hendrawati; Idul Adhari; Sri Wurini Adhya Garini
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.698

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya perubahan paradigma dalam proses pembelajaran, dari pendekatan konvensional menuju pembelajaran yang inovatif dan terencana secara sistematis. Inovasi pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga mencakup pembaruan strategi, metode, dan model pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap landasan teori inovasi dan desain pembelajaran menjadi penting sebagai dasar konseptual bagi pendidik dalam merancang proses pembelajaran yang efektif, relevan, dan adaptif terhadap tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif landasan teori inovasi dan desain pembelajaran serta menjelaskan keterkaitan keduanya dalam mendukung peningkatan kualitas proses dan hasil belajar. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teoretis bagi pendidik dan praktisi pendidikan mengenai pentingnya desain pembelajaran yang sistematis sebagai dasar penerapan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku teks, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang membahas teori inovasi pembelajaran dan desain pembelajaran. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, prinsip, dan model utama yang menjadi landasan teoretis dalam inovasi dan desain pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran harus didasarkan pada desain pembelajaran yang sistematis, terstruktur, dan berorientasi pada tujuan pembelajaran serta karakteristik peserta didik. Landasan teori desain pembelajaran memberikan kerangka kerja yang jelas bagi pendidik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi inovasi pembelajaran. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan teori inovasi dan desain pembelajaran menjadi kompetensi penting bagi pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan perkembangan pendidikan modern