Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam sistem evaluasi pendidikan. Evaluasi konvensional berbasis kertas dan berorientasi hasil akhir tidak lagi mampu menggambarkan kompleksitas kompetensi peserta didik abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual transformasi evaluasi pendidikan di era digital melalui integrasi asesmen autentik dan learning analytics. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (conceptual study) dengan sumber data sekunder berupa artikel jurnal internasional terindeks Scopus dan WoS, buku akademik, serta laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk menemukan tema utama dan sintesis literatur untuk mengintegrasikan hasil kajian menjadi kerangka konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik mampu mengukur keterampilan nyata seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas melalui tugas kontekstual, sementara learning analytics memanfaatkan data digital untuk memantau kemajuan belajar, memprediksi capaian, dan mempersonalisasi pembelajaran. Integrasi keduanya menghasilkan sistem evaluasi yang lebih holistik, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi evaluasi pendidikan di era digital tidak sekadar digitalisasi alat ukur, melainkan perubahan paradigma menuju penilaian berbasis data yang humanistik dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
Copyrights © 2025