Anis Saidah
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Evaluasi Pendidikan di Era Digital : Integrasi Asesmen Autentik dan Learning Analytics Anis Saidah; Abdul Muhid
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.608

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan mendasar dalam sistem evaluasi pendidikan. Evaluasi konvensional berbasis kertas dan berorientasi hasil akhir tidak lagi mampu menggambarkan kompleksitas kompetensi peserta didik abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual transformasi evaluasi pendidikan di era digital melalui integrasi asesmen autentik dan learning analytics. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (conceptual study) dengan sumber data sekunder berupa artikel jurnal internasional terindeks Scopus dan WoS, buku akademik, serta laporan penelitian yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk menemukan tema utama dan sintesis literatur untuk mengintegrasikan hasil kajian menjadi kerangka konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik mampu mengukur keterampilan nyata seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas melalui tugas kontekstual, sementara learning analytics memanfaatkan data digital untuk memantau kemajuan belajar, memprediksi capaian, dan mempersonalisasi pembelajaran. Integrasi keduanya menghasilkan sistem evaluasi yang lebih holistik, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, transformasi evaluasi pendidikan di era digital tidak sekadar digitalisasi alat ukur, melainkan perubahan paradigma menuju penilaian berbasis data yang humanistik dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
The Imperative of Integrating Knowledge and Adab in Reconstructing Islamic Education in the Digital Era: A Study of Al-Attas’s Thought Ita Yunita; Anis Saidah; Muhammad Fahmi
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 11 No. 2 Januari-Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v11i2.32660

Abstract

In the digital era, Islamic education faces significant challenges, particularly in maintaining the harmony between knowledge and adab (ethical conduct). These challenges materialize in the form of moral disconnection among students, digital distractions that weaken focus, and the commodification of knowledge driven by market interests. Syed Muhammad Naquib al-Attas identifies the erosion of adab as the root crisis in Islamic education. This study aims to explore al-Attas’s concepts of knowledge and adab, examining their relevance in reimagining Islamic education amid digital transformation. Relying on a library research method, the study employs philosophical exegesis and textual hermeneutics to critically analyze al-Attas’s seminal works, especially Islam and Secularism and The Concept of Education in Islam. Key concepts such as the loss of adab, confusion of knowledge, and the Islamic worldview are discussed as foundations for an integrated educational model. The findings emphasize that the principle of ta’dib which integrates intellectual, moral, and spiritual development is crucial for addressing contemporary issues. This research contributes a contemporary reinterpretation of ta’dib, offering both theoretical insights and practical applications for Islamic education in the digital context. Proposed strategies include ethical digital literacy, value-based teacher training, and curriculum design grounded in Islamic metaphysics. The study advocates that technology must serve to reinforce the Islamic worldview rather than secularize it. Ultimately, this work proposes a framework that reconnects knowledge with adab, ensuring Islamic education remains morally grounded and intellectually relevant in the face of digital challenges.