Latar belakang penelitian ini adalah dominasi nilai instrumental-utilitarian dalam ilmu pengetahuan di era disrupsi teknologi, yang menyempitkan makna kegunaan ilmu hanya pada aspek tekno-ekonomi dan mengabaikan nilai-nilai humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar epistemologis dominasi nilai instrumental, mengidentifikasi dampak distorsifnya, serta menawarkan rekonstruksi aksiologis yang integratif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis filosofis melalui studi kepustakaan terhadap pemikiran filsuf seperti Habermas, Heidegger, dan Mazhab Frankfurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi nilai instrumental berakar pada tradisi positivisme dan pragmatisme, yang telah menyebabkan dehumanisasi, krisis ekologis, dan erosi kearifan lokal. Sebagai respons, penelitian ini merekonstruksi aksiologi ilmu dengan mengintegrasikan nilai instrumental dan intrinsik melalui pendekatan etis, transdisipliner, dan emansipatoris. Kesimpulannya, ilmu pengetahuan harus tidak hanya berfungsi sebagai alat pemecah masalah teknis, tetapi juga sebagai pendorong pemahaman hermeneutis dan pembebasan manusia untuk mewujudkan pembangunan yang utuh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025