Permasalahan yang dihadapi dalam penerapan sekolah ramah anak yaitu belum adanya kesadaran dan perhatian warga sekolah pada pengelolaan lingkungan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi sekolah ramah anak melalui inovasi Gema Sajadah (Gerakan Madrasah Sampah Jadi Sedekah) yang dicetuskan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pada tiga madrasah yaitu Madrasah Al-Hikam Jombang, MAN 1 Jombang dan MTsN 1 Jombang, wawancara mendalam dengan pengelola utama program Gema Sajadah, dan telaah dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inovasi Gema Sajadah mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas layanan Sekolah Ramah Anak, terutama pada indikator sarana dan prasarana ramah anak, seperti menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi madrasah melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat implementasi program sekolah ramah anak di madrasah.
Copyrights © 2026