Pemanasan global mengancam penghuni bumi. Laporan Pembangunan Manusia Tahun 2007 memaparkan bahwa akibat global warming tahun 2004, sekitar 262.000.000 orang terkena bencana dan 98% dirasakan masyarakat di dunia ketiga. Madrasah Ibtidaiyyah sebagai Lembaga Pendidikan paling dasar yang diyakini memiliki seperangkat kurikulum agama dan umum, mempunyai fungsi yang efektif dalam mengambil posisi ganda sebagai lembaga strategis untuk mendidik generasi agar peserta didik mempunyai kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan dan kelestarian alam melalui Pendidikan ekoteologi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan desain pendidikan ekoteologi di Madrasah Ibtidaiyyah dan menggambarkan secara empiris bahwa pendidikan ekoteologi mampu diaplikasikan melalui habituasi. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan jenis kualitatif, menggunakan pendekatan normatif-filosofis, yakni mengkaji teks keagamaan dan mengkaji dengan mendalam gagasan ekoteologi perspektif Nasaruddin Umar melalui sumber tertulis yang relevan, seperti artikel, jurnal ilmiah, ceramah, opini, dan berita resmi di situs Kementerian Agama RI. Sumber primer penelitian meliputi artikel Kementerian Agama RI, jurnal ilmiah, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 86 Tahun 2023, Al Qur’an, dan hadis. Adapun sumber sekunder mencakup buku, jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan ekoteologi Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) untuk menelaah nilai-nilai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pendidikan ekoteologi dapat diimplementasikan melalui habituasi atau pembiasaan. Proses habituasi dimulai dengan penanaman kesadaran teologis bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari perintah agama. Membangun kesadaran bahwa merawat alam adalah bentuk ibadah menjadi fondasi utama dalam pembentukan sikap ekoteologis. Habituasi pendidikan ekoteologi juga diwujudkan melalui pembiasaan perilaku nyata siswa di lingkungan Madrasah Ibtidaiyyah.
Copyrights © 2026