Hadirnya limbah ternak baik dalam bentuk cair maupun padat dinilai merugikan terhadap lingkungan dan masyarakat. Akan tetapi, limbah tersebut (terutama limbah cair) dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) apabila dapat dimanfaatkan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan limbah urine sapi dan mengukur peningkatan pengetahuan, tingkat ketrampilan dan sikap petani terhadap pemanfaatan limbah urine sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Popoh, Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 30 orang yang ditetapkan secara purposive. Analisa data dilakukan dengan statistik deskriptif untuk menjelaskan fenomena di lapangan. Data yang digunakan data primer dan sekunder yang didapatkan observasi, wawancara dengan kuesioner, studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu dilakukan penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani yaitu dari 47.8% menjadi 63.6%. Peningkatan ini juga tercermin dari pemahaman dan penerapan petani dalam penggunaan pupuk organik cair (POC) dan urine sapi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan. Sementara itu, pada aspek sikap dengan jumlah skoring hasil evaluasi sebesar 820 yang menunjukkan petani bersikap positif terhadap materi penyuluhan, dan aspek keterampilan petani memperoleh nilai 83% yang mencerminkan bahwa keterampilan petani termasuk dalam kategori baik dengan tingkat penguasaan yang tinggi dalam pemanfaatan limbah urine sapi menjadi pupuk organik cair yang berkualitas.
Copyrights © 2025