Lahan rawa lebak memiliki potensi besar untuk pengembangan padi, namun sering terkendala oleh fluktuasi air, keasaman tanah, dan keterbatasan adopsi teknologi. Kegiatan pendampingan Brigade Pangan dan penyuluhan metode persemaian padi apung dilakukan di Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi teknologi budidaya adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dua kelompok sasaran, yaitu Brigade Pangan Tani Jaya Sejahtera dan Tani Jaya Bersama, masing-masing beranggotakan 15 petani aktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner pre-test serta post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 21% dan 19,5%, serta peningkatan sikap positif sebesar 9,4% dan 8%. Penyuluhan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi lapang terbukti efektif dalam mentransfer inovasi. Hasil kegiatan ini menegaskan pentingnya peran penyuluhan dan keterlibatan petani milenial sebagai agen perubahan dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di lahan rawa lebak.
Copyrights © 2025