Penelitian ini tujuan utamanya adalah melihat peran guru Akidah Akhlak dalam membantu siswa tumbuh menjadi lebih dewasa secara emosional, serta mengeksplorasi strategi yang digunakan, hambatan yang ditemui, dan peluang yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MTs Negeri 10 Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian analisis data dilakukan secara interaktif dengan mengumpulkan, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menjalankan lima peran integratif secara simultan, yaitu sebagai murabbi, dinamisator, evaluator, motivator, dan uswah hasanah. Guru juga menerapkan empat strategi utama berupa nasihat berbasis kisah Nabi, keteladanan perilaku, pembiasaan amal harian, dan pendekatan personal yang terbukti efektif meningkatkan regulasi diri dan motivasi intrinsik siswa. Hambatan yang ditemukan meliputi rendahnya kesadaran spiritual siswa secara internal serta pengaruh media sosial dan kurangnya keteladanan orang tua secara eksternal, sementara sistem SKS justru menjadi peluang bagi intervensi emosional yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa madrasah memiliki kapasitas nyata untuk membentuk generasi yang matang secara emosional melalui integrasi nilai Islam dan pendekatan psikologis modern.
Copyrights © 2026