Cengcelengan salah satu hasil seni kria tradisional, yang telah lama hidup secara turun temurun. Cengcelengan kini keberadaannya semakin tersisih bahkan hampir dilupakan oleh masyarakat. Ini disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah faktor pergeseran budaya menabung. Menabung yang dulunya menggunakan cengcelengan kini berubah ke bank sebagai penggantinya. Antara Padalarang dan Rajamandala di sepanjang jalan sebelah kiri dan kanan berderet kios-kios yang menyediakan sejumlah oleh-oleh, berupa berbagai cindera mata, makanan, dan benda-benda kerajinan lainnya. Di samping Peuyeum Bandung yang sudah terkenal, hampir di setiap kios menyediakan cindera mata benda kria yaitu cengcelengan. Timbul keluhan dari sejumlah pedagang, sebab jarang pengunjung yang tertarik terhadap cengcelengan, akibatnya barang menjadi tertumpuk dan tidak menguntungkan. Untuk mencari faktor penyebab dan sekaligus memberikan tawaran solusi bagaimana cara mengatasinya, di antaranya dengan meningkatkan mutu estetik dari benda tersebut, di samping menghimbau instansi pemerintah dan pihak yang sangat berhubungan dengan masalah tersebut, supaya ikut peduli, agar keberadaan cengcelengan tersebut dapat bertahan, lestari dan tetap digemari masyarakat.
Copyrights © 2005