Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan model desa ekowisata budaya berbasis kearifan lokal pada masyarakat Kampung Cireundeu. Kearifan lokal yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah kebiasaan khas masyarakat kampung Cireundeu yang mengkonsumsi "rasi". Rasi adalah makanan pokok yang terbuat dari bahan singkong. Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah adanya suatu kawasan wisata budaya dan alam berbasis kearifan lokal masyarakat yang mengkonsumsi rasi sebagai makanan pokok yang menggambarkan keunikan tradisi dan budaya masyarakat Kampung Cireundeu. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Data yang dikumpulkan secara kualitatif serta difokuskan pada pengembangan model desa ekowisata budaya dan alam dengan menggali keunikan tradisi makan rasi yang menggambarkan aspek kepercayaan, budaya, ketahanan sosial ekonomi, dan ketaatan akan tradisi. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tradisi makan "rasi" menjadi identitas kebanggaan masyarakat Kampung Cireundeu di tengah derasnya arus modernisasi. Tradisi makan rasi menjadi simbol ketahanan sosial ekonomi masyarakat Kampung Cireundeu karena tidak pernah dikenal adanya kekurangan pangan mengingat singkong sebagai makanan pokok merupakan sumber daya alam di wilayah tersebut yang tidak pernah habis. Tradisi makan rasi diwariskan dalam makna sosialisasi dan transformasi tidak lain adalah pemantapan nilai-nilai budaya panutan yang berlangsung secara turun temurun, sehingga setiap individu memiliki identitas. Implikasi dari nilai-nilai budaya dalam keluarga sosial masyarakat tampak dalam penempatan posisi diri di tengah-tengah komunitasnya dengan penuh percaya diri dan tetap santun.
Copyrights © 2016