Kampung Adat Balai Kaliki merupakan salah satu destinasi wisata berbasis budaya di Sumatera Barat yang memiliki potensi atraksi tradisional, kuliner lokal, serta kegiatan budaya tahunan. Namun demikian, promosi pariwisata masih belum optimal karena belum memanfaatkan media digital secara maksimal. Hal ini berdampak pada rendahnya visibilitas destinasi serta kurangnya informasi yang dapat diakses wisatawan secara luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat Kampung Adat Balai Kaliki dalam pemasaran digital pariwisata melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik pembuatan konten digital berbasis kearifan lokal. Metode pelatihan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis, praktik konten digital, pendampingan, serta evaluasi hasil. Program ini dilanjutkan dengan gerakan “30 Hari 30 Konten” sebagai bentuk implementasi keterampilan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memproduksi konten digital, melakukan pengelolaan media sosial, serta memahami strategi branding digital destinasi wisata. Kegiatan ini terbukti membangun kesadaran digital sekaligus mendorong masyarakat terlibat dalam pengelolaan dan promosi pariwisata berbasis komunitas.
Copyrights © 2025