Salah satu isu lingkungan yang cukup kompleks dan berkelanjutan di Indonesia adalah pengelolaan sampah, terutama di wilayah pedesaan. Permasalahan ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga mencerminkan rendahnya keterlibatan masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah ditingkat komunitas. Tujuan utama dari program pengabdian ini adalah merancang strategi inovatif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui insinerator skala mikro sebagai teknologi tepat guna, kemudian menganalisis tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi yang ditawarkan, menganalisis pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah melalui teknologi tepat guna, serta menganalisis potensi keberlanjutan program. Demi mendukung implementasi pendekatan Community Based Waste Management (CBWM), maka pelaksanan pengabdian dilakukan dengan menerapkan metode Participatory Action Research (PAR). Sementara itu, deskriptif kualitatif digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil dari penelitian pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi insinerator skala mikro dengan melibatkan masyarakat secara aktif dapat meningkatkan penerimaan dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi pengelolaan sampah. Sementara itu, sebanyak 87,5% warga juga menyatakan bersedia menggunakan insinerator untuk pengelolaan sampah dan siap melakukan imbas untuk warga lain. Masyarakat Desa Talaga Warna juga melakukan diskusi tentang potensi pengembangan alat secara mandiri. Untuk kedepannya, perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan lanjutan melalui kelembagaan lokal, kepemimpinan komunitas, atau kebijakan desa untuk memastikan agar perilaku dan keterlibatan masyarakat Desa Talaga Warna dalam pengelolaan sampah tidak melemah.
Copyrights © 2026