Winda Rachman Putri
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MELALUI INSINERATOR SKALA MIKRO DI DESA TALAGA WARNA Winda Rachman Putri; Pandu Pratama; Saepulloh Saepulloh
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.56893

Abstract

Salah satu isu lingkungan yang cukup kompleks dan berkelanjutan di Indonesia adalah pengelolaan sampah, terutama di wilayah pedesaan. Permasalahan ini bukan hanya disebabkan oleh kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, tetapi juga mencerminkan rendahnya keterlibatan masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah ditingkat komunitas. Tujuan utama dari program pengabdian ini adalah merancang strategi inovatif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui insinerator skala mikro sebagai teknologi tepat guna, kemudian menganalisis tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi yang ditawarkan, menganalisis pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah melalui teknologi tepat guna, serta menganalisis potensi keberlanjutan program. Demi mendukung implementasi pendekatan Community Based Waste Management (CBWM), maka pelaksanan pengabdian dilakukan dengan menerapkan metode Participatory Action Research (PAR). Sementara itu, deskriptif kualitatif digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil dari penelitian pengabdian ini menunjukkan bahwa implementasi insinerator skala mikro dengan melibatkan masyarakat secara aktif dapat meningkatkan penerimaan dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi pengelolaan sampah. Sementara itu, sebanyak 87,5% warga juga menyatakan bersedia menggunakan insinerator untuk pengelolaan sampah dan siap melakukan imbas untuk warga lain. Masyarakat Desa Talaga Warna juga melakukan diskusi tentang potensi pengembangan alat secara mandiri. Untuk kedepannya, perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan lanjutan melalui kelembagaan lokal, kepemimpinan komunitas, atau kebijakan desa untuk memastikan agar perilaku dan keterlibatan masyarakat Desa Talaga Warna dalam pengelolaan sampah tidak melemah.
Optimalisasi Branding Pangan Lokal Tape Singkong Melalui Sosialisasi Produk Fermentasi Biologis Aziza Karenina; Winda Rachman Putri; Amalianneisha Rafadewi Andhanatami Putri; Nuris Fattahillah; Andyta Ma’rifatul Usnia
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.822

Abstract

Pemanfaatan tape singkong sebagai produk unggulan daerah masih belum optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat mengenai proses fermentasi biologis, manfaat produk, serta strategi branding pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat tape singkong sebagai produk fermentasi berbasis biologis serta mengoptimalkan branding pangan lokal melalui kegiatan sosialisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai branding pangan lokal tape singkong sebagai produk fermentasi biologis. dengan subjek kegiatan masyarakat setempat produsen tape singkong. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, diskusi, dan dokumentasi selama kegiatan sosialisasi berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai fermentasi biologis tape singkong, manfaat produk, persepsi terhadap nilai tape singkong, pengetahuan tentang branding, serta meningkatnya partisipasi peserta. Masyarakat juga mulai memahami pentingnya mengaitkan nilai biologis produk dengan identitas visual melalui nama produk, logo, dan kemasan. Kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta berkontribusi pada penguatan branding tape singkong sebagai produk pangan lokal berbasis biologis yang bernilai tambah dan berdaya saing. Pemasaran berbasis sains melalui sosialisasi dapat digunakan pada berbagai produk pangan lokal lainnya karena mampu mengintegrasikan nilai ilmiah, kearifan lokal, dan strategi pemasaran sehingga meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat literasi sains Masyarakat.