Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering dianggap sulit oleh siswa karena konsep yang bersifat abstrak serta kurang dikaitkan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik, kontekstual, dan bermakna bagi siswa. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan permainan tradisional sebagai media pembelajaran berbasis etnomatematika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar dalam memanfaatkan permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika serta meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep matematika siswa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap sosialisasi, pelatihan, praktik pembelajaran, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa sekolah dasar sebagai peserta kegiatan. Pada tahap praktik pembelajaran, siswa memainkan permainan congklak sambil melakukan aktivitas berhitung seperti menghitung jumlah biji, melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan, serta menentukan strategi permainan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan permainan congklak dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, permainan congklak juga membantu siswa memahami konsep matematika secara lebih konkret serta melatih kemampuan berpikir logis dan strategis siswa. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual dengan memanfaatkan potensi budaya lokal. Dengan demikian, pemanfaatan permainan congklak sebagai media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif di sekolah dasar sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2026