Integrasi teknologi informasi sebagai sumber pembelajaran di sekolah dasar telah mengubah paradigma pendidikan dan menuntut keterlibatan orang tua secara lebih intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons orang tua terhadap penggunaan teknologi informasi sebagai sumber belajar siswa serta implikasinya terhadap pola dukungan yang diberikan, dengan lokasi penelitian di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data digali melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan orang tua, guru, dan kepala sekolah sebagai subjek. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons orang tua terpolarisasi ke dalam dua kutub utama. Respons positif muncul dari pengakuan bahwa teknologi mempercepat akses informasi, meningkatkan motivasi dan kemandirian belajar anak, serta mempermudah komunikasi dengan guru. Sebaliknya, respons negatif didominasi oleh kekhawatiran terhadap kecanduan gawai, penurunan interaksi sosial, dan paparan konten tidak sesuai usia. Kedua respons tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital, kondisi ekonomi, dan pengalaman orang tua dengan teknologi. Peran orang tua pun bergeser menjadi fasilitator, mediator, dan supervisor digital. Respon negatif muncul karena kekhawatiran terhadap dampak penggunaan teknologi seperti kecanduan gadget dan paparan konten negatif Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran berbasis teknologi di jenjang dasar memerlukan kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga melalui program peningkatan literasi digital bagi orang tua. Dengan demikian, ekosistem belajar digital yang aman dan produktif dapat terwujud secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026