Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran moderasi beragama sebagai paradigma utama dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan global dalam menghadapi tantangan radikalisme dan polarisasi identitas di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya berfungsi sebagai nilai normatif, tetapi juga sebagai kerangka epistemologis dalam merancang pembelajaran PAI yang inklusif, toleran, dan kontekstual. Tantangan global seperti ekstremisme berbasis digital, intoleransi, dan krisis identitas keagamaan menuntut rekonstruksi PAI berbasis moderasi sebagai solusi strategis. Artikel ini menawarkan model konseptual integrasi moderasi beragama dalam PAI global melalui pendekatan kurikulum, metode pembelajaran, dan penguatan peran pendidik. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi kunci utama dalam membentuk peserta didik yang memiliki sikap religius moderat dan mampu beradaptasi dalam masyarakat global yang plural.
Copyrights © 2026