Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk program atau kebijakan yang efektif dalam ketersediaan dan keterjangkauan beras sebagai bahan pokok utama dalam rangka peningkatan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang menggunakan bahan-bahan tertulis, seperti manuskrip, buku, majalah, surat kabar, dan dokumentasi lainnya, sehingga data yang digunakan adalah data sekunder. Data artikel pada penelitian ini diperoleh bersumber dari Google Scholar dengan menggunakan kata kunci kebijakan beras, dampak kebijakan, analisis kebijakan beras, implemnetasi kebijakan harga beras, serta kajian yang berkaitan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data yang diperoleh akan dikompilasi, dianalisis dan disimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjangnya rantai distribusi dari produsen kepada konsumen menyebabkan banyaknya tambahan biaya yang tak terduga dan membuat harga beras semakin naik dan mahal. Namun, pada kenyatannya mahalnya harga pada konsumen tidak membuat harga beras menjadi mahal di tangan produsen atau petani. Dalam hal mencapai ketahanan pangan dapat dilakukan dengan penerapan kebijakan swasembada beras yang menjadi prioritas pemerintah dalam kebijakan pembangunan pertaniannya. Kebijakan swasembada beras merupakan salah satu kebijakan utama pembangunan pertanian dan dinilai telah meningkatkan produksi beras dan pendapatan petani. Namun, dalam hal pemenuhan kebutuhan beras di Indonesia masih menghadapi dilema antara upaya mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri dengan cara menghasilkan kebijakan peningkatan produktivitas melalui usaha impor beras, dengan upaya menjaga kestabilan harga beras agar tetap terjangkau oleh semua pihak.
Copyrights © 2025