Zat aditif pangan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan pada anak apabila dikonsumsi secara berlebihan, sementara literasi keamanan pangan di lingkungan berbasis keagamaan seperti panti asuhan masih terbatas. Studi ini menyajikan pendekatan baru berupa integrasi edukasi berbasis sains dan nilai Islam (halalan thayyiban) sebaai intervensi literasi preventive di Panti Asuhan Al-Fitrah Sukabumi. Menggunakan desain pretest-postest satu kelompok dengan 15 peserta. Program ini meliputi penyuluhan interaktif, simulasi label pangan, dan integrasi dalil Al-Qur’an. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman definisi zat aditif (80% menjadi 86,7%) dan jenis zat aditif (66,7% menjadi 73,3%). Namun, miskonsepsi tentang contoh zat aktif masih tinggi (86,7), menunjukkan perlunya penguatan konseptual yang lebih mendalam.
Copyrights © 2026