Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Kristus Raja Waiwerang dalam kegiatan doa melalui pendekatan pendampingan pastoral yang intensif. Masalah utama yang ditemukan adalah rendahnya partisipasi kaum muda dalam kegiatan liturgi dan doa bersama akibat kurangnya motivasi serta pendekatan yang relevan dengan dinamika pemuda. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan aksi partisipatif (Participatory Action Research). Langkah-langkah pendampingan meliputi observasi, wawancara mendalam dengan pengurus OMK, serta pelaksanaan rangkaian program pembinaan iman yang kreatif, seperti pendalaman kitab suci tematis dan doa Taize. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kehadiran dan keterlibatan aktif OMK dalam setiap sesi doa di paroki. Selain itu, terbentuk struktur koordinasi yang lebih solid di antara anggota OMK. Signifikansi dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa model pendampingan pastoral yang bersifat dialogis dan adaptif sangat efektif dalam membangkitkan spiritualitas kaum muda. Keberhasilan ini memberikan kontribusi bagi Paroki Kristus Raja Waiwerang dalam menyusun strategi pembinaan umat yang lebih inklusif bagi generasi muda, serta menjadi referensi bagi paroki lain dalam menghadapi tantangan serupa terkait penurunan partisipasi kaum muda dalam hidup menggereja.
Copyrights © 2026