Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan manajerial Pokdarwis SIWISDEM, mengidentifikasi kebutuhan intervensi berbasis manajemen, dan mengembangkan program pengabdian masyarakat yang terstruktur dalam rangka revitalisasi destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Kegiatan PWM ini dilaksanakan bersama mitra Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) SIWISDEM yang berkolaborasi dengan BUMDes Desa Wisata Desa Wonosari/Sumberdem. Metode: Pendekatan kualitatif partisipatif diterapkan melalui dua tahap kunjungan lapangan (10 Februari dan 24 Februari 2026), dengan observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap 8 informan kunci yang terdiri atas pengurus Pokdarwis, pengelola BUMDes, dan tokoh masyarakat setempat, untuk mengidentifikasi permasalahan manajerial mitra serta merancang program intervensi yang terstruktur. Hasil: Ditemukan enam permasalahan manajerial yang mencakup standardisasi produk wisata, pemasaran digital, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, koordinasi antar lembaga, dan kesadaran masyarakat—lima di antaranya bersifat produktif dan satu non-produktif. Sebagai respons, enam program intervensi terstruktur dirancang dengan luaran terukur antara lain: minimal 10 pemandu wisata terlatih bersertifikat, 2–3 paket wisata siap jual, 1 MoU pengelolaan SIWISDEM, dan SOP kelembagaan Pokdarwis, yang dijadwalkan dalam 16 minggu pelaksanaan (Februari–Mei 2026). Kesimpulan: Program PWM ini berpotensi meningkatkan kapasitas manajerial Pokdarwis SIWISDEM secara signifikan dan dapat dijadikan model replikasi pengabdian masyarakat berbasis manajemen bagi desa wisata lain di Indonesia. Diperlukan komitmen tiga lembaga mitra dan dukungan keberlanjutan pasca-program untuk memastikan dampak jangka panjang terhadap revitalisasi destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Copyrights © 2026