Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sistem evaluasi pendidikan pada era modern yang cenderung berorientasi pada capaian akademik dan kemajuan teknologi, sehingga berpotensi mengesampingkan dimensi moral dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif untuk menelaah konsep evaluasi dalam Al-Qur’an berdasarkan Surah Muhammad ayat 31 dan Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Qur’ani bersifat holistik, mencakup penilaian aspek kognitif, pembentukan karakter, dan penguatan spiritualitas peserta didik. Evaluasi dalam Islam dipahami sebagai proses pembuktian keimanan, kesabaran, dan kejujuran melalui berbagai tantangan pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model evaluasi Qur’ani yang dioperasionalisasikan ke dalam praktik evaluasi pendidikan modern, khususnya melalui penilaian autentik, rubrik karakter, dan pemanfaatan teknologi evaluasi yang beretika. Model ini menempatkan evaluasi tidak hanya sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi sebagai sarana pembinaan nilai dan refleksi diri peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem evaluasi pendidikan Islam yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual dalam rangka membentuk insan kamil yang beriman, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap dinamika era modern.
Copyrights © 2026