Julia Muryani
Universitas Kutai Kartanegara tenggarong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KONSEPTUAL AL QUR’AN DALAM EVALUASI PENDIDIKAN DI ERA MODERN ANALISIS SURAH MUHAMMAD AYAT 31 DAN SURAH AL-‘ANKABUT AYAT 2–3 Niya Niya Armita Sari; Arbiah; Julia Muryani; Taufikur Rohman
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 26 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v26i1.10539

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sistem evaluasi pendidikan pada era modern yang cenderung berorientasi pada capaian akademik dan kemajuan teknologi, sehingga berpotensi mengesampingkan dimensi moral dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif untuk menelaah konsep evaluasi dalam Al-Qur’an berdasarkan Surah Muhammad ayat 31 dan Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Qur’ani bersifat holistik, mencakup penilaian aspek kognitif, pembentukan karakter, dan penguatan spiritualitas peserta didik. Evaluasi dalam Islam dipahami sebagai proses pembuktian keimanan, kesabaran, dan kejujuran melalui berbagai tantangan pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model evaluasi Qur’ani yang dioperasionalisasikan ke dalam praktik evaluasi pendidikan modern, khususnya melalui penilaian autentik, rubrik karakter, dan pemanfaatan teknologi evaluasi yang beretika. Model ini menempatkan evaluasi tidak hanya sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi sebagai sarana pembinaan nilai dan refleksi diri peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem evaluasi pendidikan Islam yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual dalam rangka membentuk insan kamil yang beriman, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap dinamika era modern.
TEACHERS’ STRATEGIES IN TEACHING ABLUTION AND PRAYER TO STUDENTS WITH MULTIPLE DISABILITIES Sofian Efendi; Maryam; Lumngatul Khabibah; Ittikhatul Mudawamah; Julia Muryani; Intan Kurniawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v13i2.6910

Abstract

Teaching ablution and prayer to students with multiple disabilities, particularly those with hearing, speech, and intellectual impairments, requires learning strategies that are adjusted to the characteristics and needs of the learners. Limitations in communication and cognitive abilities become significant challenges in understanding and practicing religious activities properly. This study aims to describe the learning strategies implemented by teachers and their role in supporting students’ understanding of ablution and prayer materials. The study employed a descriptive qualitative approach involving junior secondary students in a special school. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that learning becomes more effective through direct practice conducted gradually and repeatedly, supported by visual media in the form of instructional videos. These strategies assist students in understanding and practicing the sequence of ablution and prayer movements according to their individual abilities. In addition, communication barriers were identified due to differences in the use of sign language between the home and school environments. Social interaction and students’ level of independence were also found to influence the learning process. Therefore, adaptive, visual, and practice-based learning strategies play an important role in supporting Islamic Religious Education for students with multiple disabilities.