Taufikur Rohman
Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTEGRASI TADABBUR ALAM DAN PENDIDIKAN MORAL DALAM TAFSIR IBNU KATSIR: ANALISIS QS. ADZ-DZĀRIYĀT 20–21 DAN QS. LUQMĀN 12–19 Lumngatul Khabibah; Ittikhatul Mudawamah; Chusnul Chotimah; Taufikur Rohman
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 26 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v26i1.10508

Abstract

Fenomena krisis moral yang melanda berbagai lapisan masyarakat menuntut pendekatan pendidikan Islam yang lebih reflektif dan kontekstual. Dalam konteks tersebut, konsep tadabbur alam memiliki urgensi tinggi karena mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral melalui perenungan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara tadabbur alam dan pendidikan moral dalam tafsir Ibnu Katsir terhadap QS. Adz-Dzāriyāt (20–21) dan QS. Luqmān (12–19), serta menggali relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana data primer bersumber dari Tafsir Ibnu Katsir, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur pendidikan Islam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui teknik content analysis dengan model induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir menafsirkan tadabbur alam sebagai media pengenalan terhadap kebesaran Allah yang mendorong terbentuknya kesadaran moral, sedangkan nasihat Luqman dalam QS. Luqmān 12–19 merepresentasikan dimensi etis dan pedagogis dari kesadaran tersebut. Integrasi keduanya menghasilkan model pendidikan Qur’ani yang memadukan spiritualitas, rasionalitas, dan moralitas sebagai dasar pembentukan insan beriman dan berakhlak. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan kurikulum pendidikan Islam berbasis refleksi terhadap ayat-ayat kauniyyah dan qauliyyah sebagai strategi pembinaan karakter di era modern.
KAJIAN KONSEPTUAL AL QUR’AN DALAM EVALUASI PENDIDIKAN DI ERA MODERN ANALISIS SURAH MUHAMMAD AYAT 31 DAN SURAH AL-‘ANKABUT AYAT 2–3 Niya Niya Armita Sari; Arbiah; Julia Muryani; Taufikur Rohman
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 26 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v26i1.10539

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sistem evaluasi pendidikan pada era modern yang cenderung berorientasi pada capaian akademik dan kemajuan teknologi, sehingga berpotensi mengesampingkan dimensi moral dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis konten kualitatif untuk menelaah konsep evaluasi dalam Al-Qur’an berdasarkan Surah Muhammad ayat 31 dan Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi dalam perspektif Qur’ani bersifat holistik, mencakup penilaian aspek kognitif, pembentukan karakter, dan penguatan spiritualitas peserta didik. Evaluasi dalam Islam dipahami sebagai proses pembuktian keimanan, kesabaran, dan kejujuran melalui berbagai tantangan pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model evaluasi Qur’ani yang dioperasionalisasikan ke dalam praktik evaluasi pendidikan modern, khususnya melalui penilaian autentik, rubrik karakter, dan pemanfaatan teknologi evaluasi yang beretika. Model ini menempatkan evaluasi tidak hanya sebagai alat ukur hasil belajar, tetapi sebagai sarana pembinaan nilai dan refleksi diri peserta didik. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan sistem evaluasi pendidikan Islam yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual dalam rangka membentuk insan kamil yang beriman, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap dinamika era modern.
Gamifikasi Evaluasi Pembelajaran PAI melalui Kahoot pada Kelas VIII SMPIT Muhammad Alvin Sirajyudi Nur; Annisa Tunazzah Mahani; Adelia Nur Azkiajaya; Afifah Zahra Fadhilah; Dewi Fitria Anggraini; Taufikur Rohman
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i2.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kahoot sebagai media gamifikasi dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta pengaruhnya terhadap motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPIT Nurul ‘Ilmi Tenggarong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot mampu menciptakan suasana evaluasi yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan dibandingkan metode konvensional. Fitur kuis interaktif, batas waktu, sistem poin, dan leaderboard mendorong siswa lebih aktif serta meningkatkan motivasi belajar melalui unsur kompetisi dan umpan balik langsung. Peningkatan motivasi tersebut berdampak pada partisipasi siswa yang lebih tinggi dan hasil belajar yang mengalami peningkatan setelah penerapan evaluasi berbasis Kahoot. Dengan demikian, Kahoot dapat menjadi alternatif media evaluasi yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di era digital.