Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi salah satu pembahasan yang terus berkembang dalam dunia pendidikan Islam. Banyak lembaga pendidikan, termasuk pesantren, menghadapi tantangan nyata dalam membangun fondasi karakter religius anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana model SYUDESI—singkatan dari Syukur, Desain, dan Prestasi—dapat diterapkan sebagai pendekatan pembentukan karakter bagi anak-anak muda di lingkungan pesantren. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dokumen dan kajian pustaka, studi ini menelusuri SYUDESI sebagaimana dikembangkan oleh Gus Hafidh, S.K.P. di Pesantren SPMAA Lamongan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa model SYUDESI dibangun di atas prinsip tauhid, dengan syukur sebagai kebiasaan pertama dan terpenting yang perlu ditanamkan sejak dini. Ketika anak-anak dilatih bersyukur sejak kecil, mereka akan tumbuh dengan cara pandang yang positif terhadap kehidupan, yang kemudian menjadi landasan untuk merancang hidup dan meraih cita-cita. Kajian ini juga menemukan bahwa temuan terbaru dalam bidang neuroplastisitas mendukung pendekatan ini—kebiasaan spiritual sejak dini dapat membentuk perkembangan otak secara nyata dan tahan lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SYUDESI menawarkan model pendidikan karakter anak usia dini berbasis iman yang praktis dan relevan dengan misi Jurnal Dzurriyat.
Copyrights © 2026