Inaktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit kronis yang terus meningkat secara global. Meskipun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik cukup tinggi, implementasi perilaku aktif masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam promosi kesehatan yang mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi wearable dalam meningkatkan aktivitas fisik melalui pendekatan tinjauan literatur. Data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah internasional dengan fokus pada publikasi tahun 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi wearable, seperti fitness tracker dan smartwatch, efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik melalui mekanisme self-monitoring, feedback real-time, serta personalisasi intervensi berbasis data. Integrasi dengan aplikasi mobile health (mHealth) dan telemedicine juga terbukti meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan pengguna. Namun demikian, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses, literasi digital, dan keberlanjutan penggunaan jangka panjang. Kesimpulannya, teknologi wearable memiliki potensi besar sebagai alat inovatif dalam promosi kesehatan, tetapi memerlukan dukungan strategi yang komprehensif agar dapat memberikan dampak yang optimal dan merata.
Copyrights © 2026